MATA PISAU - Sapardi Djoko Damono
mata pisau itu tak berkejap menatapmu
kau yang baru saja mengasahnya
berfikir: ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu
Rabu, 01 September 2010
Daftar Tukang Bersih Anak SMP [copas dari Bang Atta]
Daftar Tukang Bersih Anak SMP [copas dari Bang Atta] Dilihat sampai dengan 21/08/2010 jam 10:27 wib
DAFTAR LENGKAPNYA ADA DI :
MEMBERSIHKAN KEYWORD ANAK SMP
BLOG KHUSUS ANAK SMP :
gatau siapa yang punya neh
hayoooo ngaku jiahahahaha..........
BLOG ANAK SMP (es-em-pe) : blogspot
Blog Anak SMP : wordpress
Blog Lirik Lagu Anak SMP SMA
Blog Info Artikel Anak SMP
Kalo ini punya Al Katro (gamau pake backlink katanya)
http://anaksmpku.blogspot.com/
http://smp.alkatro.com/
http://anaksmp.mp
Pendukung Backlink :
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP
- SMP : attayaya
- SMP-ku yang istimewa : mba Reni
- SMP Gerakan SEO Positif : The Other mba Reni
- Ini Bukan Nyolong SMP : TUKANG CoLoNG
- Masa SMP : Ibu Dini
- SMP : mba Windflower
- Anak SMP : Bang Munir Ardi
- Anak SMP Sebuah Gerakan SEO Positif yang Sangat Berat : Bang Munir Ardi
- Anak SMP : attayaya
- Anak SMP : Omong Doang
- Anak SMP : Omong Doang 2
- Dunia SMP : Reza Saputra
- Anak SMP keyword positif yang diusung bang attayaya dan manajemen emosi : DINO HP
- SMP Gerakan SEO Positif : Ka Damar Blogger Kebumen
- Masa SMP, masa menemukan Talenta : Fanny Fredlina
- Repotnya jadi anak SMP : Itik Bali
- Gerakan SMP dan ANAK SMP : Alf Note
- SMP : mas Sukadi
- Anak SMP : Bang Ancis Pengelana
- Anak SMP : mas Kadri
- 8 Tahun Berlalu Tetap Tak Berubah : mas Aguestri
- Foto Anak SMP Melakukan Mural : mas Trimatra
- Dunia SMP-ku : mas Rizal
- Anak SMP dengan Gurunya : mas Dwi
- Anak SMP : Mood
- SMP : mas Herdoni Wahyono
- SMP Goes XXX ? : Ozzys
- Anak SMP Jaman Sekarang : mas Hartohadi
- Teringat Masa SMP : mba Cherry
- Gerakan SEO Positif : SMP, ANAK SMP : Ronaldo Rozalino
- Jaman SMP.. Segitu Lamakah?? : Curhat Fanda
- SMP KU SAYANG, SMP KU KENANG : Dunia Ira
- ANAK SMP : PIK Remaja Al - Hikmah
- ANAK SMP Masa Pencarian Jati Diri : mba Windflower
- Masa SMP ku yang Tak Terlupakan : mba Riesta Emy
- SMP awal dari yang lebih dari biasa : mba Risskanza
- Nostalgila Masa SMP : mba Ria Adria
- ANAK SMP : bang Iwan Dirgantara
- SMP, Masa Sejuta Warna : mba Neyna Naya
- [pantun] Anak SMP Anak SMA : Cah Cikrik
- Apa yang Salah dengan Anak SMP??? : bang Dwi Wahyudi Blogger Borneo
- Cerita SMP : non Inge Cyberworld
- SMPku Nanti : Shasa Imutz anaknya mba Reni
- Anak SMP dari masa ke masa : mba Windfoler 2
- [Aku Lulusan] SMP : Inuel Nyun Nyun
- Koleksi Foto anak SMP berjilbab : Kang Dwi Sang Dukun Pertanian
- Seks Anak SMP : mas Anton Wijaya
- Gerakan SEO Positif : SMP atau Anak SMP : mas Anton Wijaya 2
- Mengapresiasi Gerakan Perlawanan terhadap Keyword "SMP" : pak Sawali Tuhusetya
- SMP, Menuju Terbentuknya Kepribaan : Coretan Felix
- Anak SMP menggerakkan blogger : mba Reni Judhanto
- Remaja SMP : mas Julicavero
- Anak SMP : mas Zaiful Anwar
- Gerakan SEO Positif : SMP, ANAK SMP : mas Zaiful Anwar 2
- SMP : Rizky2009
- SMP ALA SHUDAI DAN SHUDAI ANAK SMP : Empat Mimpi Shudai Ajlani
- Masa SMP : mas Rawins
- Gerakan Positif SMP dan Anak SMP : Rumah Imajinasi TKJLover
- Support To kiwot SMP [Anak SMP] : mas Achen Buwel
- Video Mesum Anak SMP dan SMP Mesum Harus Dibasmi : Ancisa
- SMP Negeri I Denpasar : mas Agung AP
- SMP "Sudah Makan Pulang" : non Ntiems
- Mending SMP : neng Nuy Blog Ga Jelas
- Apa yang kamu kenang saat SMP? : mas Yoga "Gaphe Bercerita" Pratama
- Antara SEO dan SMP...! : mas Azis Lamayuda
- SMP-ku Spenpatra : Takuya nyam nyem blog
- SMP: Masa Muda, Masa yang Berapi-api : M Rizki Fadhillah
- SMP : Diana Afiifah
- Anak SMP Generasi Penerus Bangsa : mas Mufied Khamardos
- Gerakan SEO Positif : SMP, Anak SMP : mba Endang Astiana
- Masa-masa SMP : mba Diah
- Nana ‘After School’ ungkap foto saat SMP : Raudatu Fiqro Safarina
- SMP (Sekolah Menengah Pertama) : mba Aishi Lely
- SMP : Ka Damar Blogger Kebumen 2
- SMP : ReBorn Nyoblak
- Anak SMP Menciptakan Antivirus Terbaik : Bang Ancis
- Optimasi SEO Gerakan SEO Positif SMP (OFF PAGE Version) : Kang Dwi
- SMP dan Search Engine : kang Xitalho
- SMP, Anak SMP, dan Keyword SMP : kang Andy MSE
- SMP Kita : Siswa TKJ
- Masa SMP Masa Yang Indah : mba Windya
- Kaleidoskop SMP : Sapi Dudunk
- Ketika Anak SMP Iri Melihat Seragam Anak SMA : Aming
- SMP : Sebuah Kenangan : Ibunya Chusaeri
- SMP ohhh SMP : bang Tomi Purba
- Anak SMP Tenggelam : Seiri Hanoko
- Anak SMP : Anak Nelayan
- Shalat Menyehatkan Pikiran (SMP) : pak Hartohadi
- Anak SMP : Fais Belajar Ngeblog
- Kenangan Semasa SMP : mas Aldy Person Field
- SMP, Seragam Putih Biru dan Rokok : DJ SIte
- Di SMP Saatnya ATR Belajar Beradaptasi Dengan Cepat : mba Yusnita Febri
- Anak SMP : Penyamun
- Daftar SMP Cinta Lingkungan Hidup : Alamendah
- Aku ga pernah seklah SMP : Anazkia
- Cewek SMP : 3GP terbaru : Goyang Karawang
- Bukan Hanya SMP : Abdul Hakim
- Foto Hot Anak SMP : Linduaji Masman (kang Ulumuddin)
- Anak SMP Karanggayam : Hari Narmadi
- SMP-ku SMP 17 Tangsel : Fira Meutia
- Anak SMP : Azhis Jhie
- Anak SMP : Kang Mas Suryaden
- Putih Biru (SMP) : Neo Renggana
- Trik saya ketika masih smp supaya menyukai bahasa inggris : Kurniawan Q.
- Guru SMP Favoritku : Ferdivolution
- SMP (Sekolah Menengah Pertama) : Bunglon Blog
- Anak SMP : Cah Cikrik
- SMP se-Kota Banyuwangi : Anak Nelayan Kota Ikan
- Anak SMP on Micro Blogging : Al Katro
- SMP : Albertus Goenthoer Tjahjadi
- Anak SMP Sekarang : Sariful
- Gerakan SEO Positif : mas Kadri
- Anak SMP Keren : mas Kadri
- Anak SMP Membuat Antivirus : mas Kadri
- Anak SMP : Vienka
- Anak SMP : Muliardy Banun
- Gerakan SEO Positif: Ada Apa Dengan Anak SMP Sekarang? : Hakky Rohman
- Anak SMP :Arisnb
- SMP yang Hot – SMP yang Lagi Panas : Adiwibowo
- Favorit Gue Waktu SMP : Bgenk Blog
- Masa SMP, Masa Menentukan : Muhammad A Vip KomaCuma
- SMP dan Anak SMP : Kampus Blog
- The Smekanfive Crew : Blogger Pelajar SMP
- Cerianya SMP Sei Putih : Blogger Pelajar SMP
- Nostaligia Masa SMP : Sang Cerpenis
- SMP Berlika-liku : Nadia K. Putri Return to my blog
- Anak SMP : Vulkanisir
- Anak SMP : Nyul Blog
- Alhamdulillah jadi anak smp : Henny FMH
- Cinta Kala SMP Sama Dengan Cinta Monyet? : Bustamil Arifin
- Anak SMP Bikin Heboh Di Internet : blogadin punya adin
- Mari bersihkan jati diri keyword anak smp : Anak Mami
- SMP kU Di SMP n 1 MeTrO LaMpUnG : Akane D'SiLa
- Tonik Perangsang Anak SMP : Mascayo
- SMP Kami : Dita Dita
- Hasil 'TIDAK RELEVAN' pada kata kunci SMP di Google.co.id : Furqon
- Anak SMP dan Gerakan SEO Positif - Karawang Info
- Anak SMP : Ayo Kita Selamatkan Anak SMP - Membebaskan Mimpi Deni Borin
- Anak SMP Indonesia dan Anak SMP Eropa dalam Sepak Bola - Catatan Sepak Bola
- Anak SMP (Cewek SMP): Korban SEO Negatif - Farmers Son
- Anak SMP Harus Diselamatkan!- West Java Blogger
- Anak SMP : Victims of Negative SEO - Great Technology
- Anak SMP - Goyang Karawang
- Tentang Kehangatan Kata SMP : Eshape
- Anak SMP yang Penuh Gairah - Eshape Kompasiana
- Balada Anak SMP : kang Ian
- SMP-ku.. Oh SMP-ku.. - Haslita Nisa
- Hate or violence - Udin Hamd | Blogger 2 Inchi
- AKU : Putih Biru SMP-ku - Rosa Anak Mami
- Anak SMP (Senang Mendapat Paket) - Bang Munir
- 3GP Smp : sedang hot banget !!!! - Babay Bayanu
- Nikmatnya SMP - Sundaters
- Membersihkan Keyword SMP dan Anak SMP dari Content Negative - Nutaryuk
- Pasal 1, Saya Memang Pemilik[SMP] Blog Tanpa Tujuan Dan Saya Memang Merasa Silaturrahim Itu Penting - DJ.SITE
- SMP - [ Sebuah Mantra Pendek ] : Kang Buwel Achen
- Dukungan buat gerakkan seo “anak smp” - Dino HP
- Sehabis Makan Pulang (SMP) : pak Hartohadi
- Koleksi Video Anak SMP Berjilbab - Bang Ancis
- Menghapus Download Video Mesum Anak SMP Berjilbab - Yogi Anggriawan
- Sajak Malam Pertama [SMP] - Cikrik deKick
- “SMP” adalah Ketika Aku Harus Berpisah dari ORTU - Wahyu Widiyanto
- SMP Negeri 179 Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur - Dwiki Setiyawan yg diposting 25 Juni 2010 merupakan artikel yang berada dihalaman pertama sebelum gerakan ini mulai, cuma sayangnya artikel lain di halaman pertama gugel saat itu adalah artikel tidak pantas.
- Anak SMP - Kang Maspur Babay Surabay
- SMP = Sekolah Manggul Pacul - Muhammad A Vip Wakul Ngglimpang
- Kisah Anak SMP - mba Monda
- Anak SMP Jadi Pengusaha - Gunungkelir Genthokelir
- Masa Rawan SMP - 'ne Sendang Jiwa
- Dukung #seopositifsmp jadi TT di Twitter - M. Rizki Fadhillah
- Rame-Rame Membajak Keyword eSeMPe (SMP) - M. Rizki Fadhillah
- cerita litha..: SMP-ku.. Oh SMP-ku.. - Eshape
- Anak SMP NgeTop - Pakdhe Cholik BlogCamp
- anak SMP - BuGiL (?) - Non Inge
- Anak SMP | award gerakan SEO sehat - DarahBiroe
- Gairah SMP - Karesep
- Anak SMP - Kalabang
- SMP-ku - ErwinAziz
- Anak SMP Jaman Sekarang - I Putu Budi Arnaya
- SMP - Uda Dedy Dherdian
- Kenangan Masa SMP - Misfah Khairina
- Jangan Negatifkan SMP - Adi Budi Yulianto
- Masa SMP + award : Nomor Sepuluh Blog
- Foto panas dan video SMP - «((¯`¤ RáÐhìtǻ ¤´¯))»
- Kenakalan Anak SMP - Ysalma
- SMP - Sastiya Fairus Qorira
- Mengenang Masa SMP - Ifan Jayadi
- Anak SMP perlu berkarakter - Adi Nugroho
- Reuni SMP - Abi Sabila
- Keywords Anak SMP, munculnya Download Video Tak Senonoh - Itik Bali di Kompasiana
- Gerakan SEO Positif : SMP, ANAK SMP - attayaya
- Membersihkan Keyword Anak SMP - attayaya
- Daftar SMP Negeri Pekanbaru - Riau : attayaya
- Mendongkrak Anak SMP dari TUKANG BERSIH SMP - attayaya
- Menyundul ANAK SMP oleh TUKANG BERSIH SMP - attayaya
- Menggendong ANAK SMP - attayaya
- Artikel Anak SMP dalam Ramadhan Seribu Bulan - attayaya
- Pandangan Mata Anak SMP- attayaya
- SMP NEGERI 13 PEKANBARU - attayaya
- SMP Negeri di Kota Madiun - mba Reni Jhudanto
- SMP - Amazing Time : Kebookyut
- Sehat Mengikuti Petunjuk (SMP) Rasulullah SAW - pak Hartohadi
- SMP : Nanang Abdullah
- Siasat Mengetahui PageRank (SMP) - Al Katro
- Jadi Anak SMP - Sastiya Fairus Qorira 2
- Anak SMP - STOP Penyalahgunaan SEO demi Anak Bangsa Indonesia- Anak SMP - ANak SMA - Cewek SMA Cantik - Cewek SMP Cantik : Radhitya Notes
- hidup seorang blogger smp - attayaya
- Anak SMP : kang Endar
- CORETAN GUE WAKTU JADI ANAK SMP - Shudai Ajlani
- Indahnya Foto Anak SMP yang Belia - Cak Eri
- Puisi SMP - Inuel Nyuns
- Anak SMP itu Hebat - Peraih Nilai UN Anak SMP tertinggi 2010 - Radhitya Notes
- Tari Kecak - Tari Tradisional Bali - Tari Tradisional Indonesia- Anak SMP belajar Tari Tradisional : Radhitya Notes
- Blogger Bekasi Dukung Kampanye Anak SMP Bersih di Internet - mas Aris Heru Utomo
- ANAK SMP TELADAN (BUKAN OTAK MESUM) - Gayuh Coy
- Gerakan Membesihkan keyword ‘SMP’ Dari SE0 Negatif - zankjex
- Dunia SMP - Saipuddin. A.R
- Anak SMP Berjilbab : sebuah memori - mba Agustin Wilujeng
- ANAK SMP suatu ketika - mba Windflower 4
- Cinta SMP - Puisi Cinta Inyun
- Anak SMP - Ata Notonogoro
- Sama-sama Membantu Pemerintah (SMP) -->> Atasi Masalah Malaysia : Elvindinata
- SMP - Ello Aristhosiyoga
- YANG "MELENGKING" DARI BLOGWALKING - Amril T Gobel
- SMP senopati 28 - Mimpi Pribumi
- SMP IS THE BEST! : Azalea Satsuki
- Bukan Hal Sepele : celanapanjangisasi seragam SMP - Sarah Maisyaroh
- Gejolak Kaum Muda SMP - Bundapiaradaku
- Jurus SEO Anak SMP - Bibit WS
- Anak SMP - Kaka Akin
- anak SMP | Juara Olympiade Matematika Tingkat Dunia - Kang Sugeng
- SMP (Saat Mengenakan Pakaian) Taubat di Hari Kemenangan Idul Fitri - Gaelby Salahuddin
- Mendadak Jadi Blog “Bokep” Karena Keyword SMP - DJ SIte
- Syirik Membawa Petaka (SMP) - pak Hartohadi
- Anak smp di Singkep - Dino Hp
- Pelajaran Oke di SMP - Advertiyha Triana IyHa Nakho
- SMP - Blogger Media
- Cerita Cinta Membina SMP (1) - Mela Story
- Cerita Cinta Membina SMP (2) - Mela Story
- Anak SMP lagi main sama anak SMA - Mas Ifud
- Ikut Serta Dalam Gerakan SMP - Sugeng Haryono 1
- (Rencana) Reuni SMP Negeri 7 - Sugeng Haryono 2
- HIDUP SEORANG BLOGGER MANTAN ANAK SMP - Bang Munir Ardi
- SMP itu Penting - Pakdhe Cholik
- Anak SMP itu ??? - bang Kong
- Video Anak SMP - Anak Nelayan Kota Ikan
- Masa SMP - Fitri Melinda
- Nostalgila waktu SMP - Bangau Putih
- Dasar Anak SMP - Loewyi
- anak SMP oh.. anak SMP.. - ais ariani 1
- S.M.P (untuk kamu, anak ku) - ais ariani 2
- Email Anak SMP - Jodie Cerita Inspirasi
- Manfaat SMP (Suka Makan Pagi) - Om Rame
- Anak SMP dan Vignette - Pakdhe Cholik
- Anak SMP Tebak Relasi - Pakdhe Cholik
- Anak SMP Menerima Buku - Pakdhe Cholik
- Anak SMP Show of Force - Pakdhe Cholik
- Anak SMP Weweh - Pakdhe Cholik
- Shalat Meringankan Perjalanan (SMP) - Pak Hartohadi
- Anak SMP : Saatnya Memajang Parcel - Al Katro
- Anak SMP Berjilbab belajar Sejarah Kerajaan Kediri - mba Agustin Wilujeng
- Anak SMP duduk termenung - mba Reni Judhanto
- Anak SMP : Eni Ambarwati
- Kenangan Semasa SMP Dulu.... : Ivan Mobii
- Potret Sekolah SMP Kami : Bang Fiko
- Story Jadi Anak SMP - Zee
- Nasionalisme Anak SMP - Muhammad A Vip Wakulglimpang
DAFTAR LENGKAPNYA ADA DI :
MEMBERSIHKAN KEYWORD ANAK SMP
BLOG KHUSUS ANAK SMP :
gatau siapa yang punya neh
hayoooo ngaku jiahahahaha..........
BLOG ANAK SMP (es-em-pe) : blogspot
Blog Anak SMP : wordpress
Blog Lirik Lagu Anak SMP SMA
Blog Info Artikel Anak SMP
Kalo ini punya Al Katro (gamau pake backlink katanya)
http://anaksmpku.blogspot.com/
http://smp.alkatro.com/
http://anaksmp.mp
Pendukung Backlink :
- Kang addiehf and konco JogloAbang
- Xitalho
- Suryaden
- Pojok Pradna
- Laksamana Embun DKK Bertuah
- Temen-temen belakang layar
- Blogger Bertuah Pekanbaru
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP
Selasa, 31 Agustus 2010
NetworkedBlog Anak SMP
NetworkedBlog Anak SMP - NetworkedBlog adalah salah satu fanpage di facebook, Kemarin Anak SMP sudah Membuat NetworkedBlog ini. Dan Tentang Apa Itu NetworkedBlog ada baiknya dicopas saja dari blognya wulan merindu saja, soalnya inti postingannya mirip2 sama... ;-)
NetworkedBlog :
Apa itu NetworkedBlogs? NetworkedBlogs adalah salah satu aplikasi yang bisa buat mempromosikan blog di Facebook dan bisa juga untuk ngeliat blog-blog lainnya.
Nih loh langkah-langkah untuk mengaktifkan aplikasi NetworkedBlogs di halaman Facebook kamu:
• Masuklah ke akun Facebook kamu
• Pilih Aplikasi yang berada di suduk kiri bawah, lalu klik Find More (Jelajahi Aplikasi Lain)
• Pada halaman berikutnya isi kata kunci “networkedblogs” pada kotak pencarian lalu Enter
• Pilih dan klik NetworkedBlogs
• Tekan link Jadi Penggemar
• Kemudian klik tombol Menuju ke Aplikasi (Go to Application)
• Muncul halaman Izin Akses, Tekan tombol Izinkan
• Klik Tab Profile
• Masukkan blog kamu dengan klik link Add Your Blog
• Masukkan nama blog kamu pada kotak teks Blog Name misal : Ruang Rindu, tulis alamat URL blog kamu seperti : http://wulanmerindublog.blogspot.com, topik atau tags, pilih bahasa blog, dan isi deskripsi singkat tentang blog kamu, kemudian tekan tombol Next
• Masukkan URL feed Blog kamu, lalu tekan tombol Next
• Selanjutnya muncul halaman pertanyaan Are you the Author of (nama blog kamu), Klik tombol Yes
• Selanjutnya kamu diminta untuk memverifikasi kepemilikan blog. Ada dua opsi, Ask a friends to verify you (mudah tapi butuh waktu) dan Use Our Widget to Verify blog Ownership (langsung tapi butuh skill)
• Sebagai Contoh saya pilih opsi: Use Our Widget to Verify blog Ownership
• Copy kode HTML yang diberikan, tempel di blog kamu
• Tekan Tombol Verify
• Sampai disini kamu berhasil memasukkan blog kamu.
• Klik Tab Profile, lalu klik tombol Show Your Blogs On Your Profile (Add to Profile / Cantumkan ke dalam Profil), kemudian muncul halaman profil kamu, klik tombol Keep (disudut kiri bawah)
• Kembali ke halaman NetworkedBlogs, klik juga List Your Blogs on Your info Tab (Add to Info / Tambahkan ke Info) kemudian muncul halaman profil kamu, klik tombol Keep (disudut kiri bawah)
Sebagai blogger, perspektif yang mestinya kita pakai dalam berselancar di situs-situs social media adalah, bagaimana menjaring traffic dari situs ini ke blog kita. Karena itulah saya gemar mencari aplikasi Facebook yang menguntungkan bagi blog saya.
Bagi Blogger, widget ini tentu berguna untuk mengetahui siapa saja yang menyukai dan mengikuti blog mereka.
NetworkedBlogs sebenarnya hampir serupa dengan widget Google Foolowers atau Google Friend Connect. MyBlogLog pun punya widget serupa. Intinya widget kaya gini gunanya bagi pembaca blog adalah mengingatkan blog mana saja yang pernah kita kunjungi dan sukai.
Kelebihan NetworkedBlogs, adalah mampu mengkoneksikan antara akun Facebook anda dengan blog anda atau blog yang anda ikuti. Kalau Google Follower mengharuskan kita memiliki akun di Google, dan harus log in ke Blogger.com untuk mengetahui perkembangan dari blog yang kita ikuti, NetworkedBlogs memungkinkan untuk menampilkan thumbnail blog kita atau blog yang kita sukai pada halaman profil kita di Facebook. Selain itu feed dari blog anda juga akan otomatis ter-publish di profil Facebook anda.
Teman-teman kita ataupun orang lain di Facebook bisa membaca artikel kita secara langsung. Kitapun bisa mendiskusikan artikel kita melalui forum yang otomatis disediakan pada aplikasi tersebut. Hal ini tentu saja sangat berguna untuk perkembangan blog kita nantinya, karena bisa dapetin umpan balik secara langsung dari followers (pengikut) kita di Facebook.
Aplikasi ini juga menyertakan fitur search dan browse berdasarkan kategori, sehingga tidak menutup kemungkinan blog anda akan dibaca oleh pengguna Facebook yang tidak termasuk ke dalam jaringan teman anda. Ruang Rindu sendiri terbilang baru menggunakan aplikasi ini.
Sekalian Majang widgetsnya, Barangkali ada yang ngefollow....
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP
NetworkedBlog :
Apa itu NetworkedBlogs? NetworkedBlogs adalah salah satu aplikasi yang bisa buat mempromosikan blog di Facebook dan bisa juga untuk ngeliat blog-blog lainnya.
Nih loh langkah-langkah untuk mengaktifkan aplikasi NetworkedBlogs di halaman Facebook kamu:
• Masuklah ke akun Facebook kamu
• Pilih Aplikasi yang berada di suduk kiri bawah, lalu klik Find More (Jelajahi Aplikasi Lain)
• Pada halaman berikutnya isi kata kunci “networkedblogs” pada kotak pencarian lalu Enter
• Pilih dan klik NetworkedBlogs
• Tekan link Jadi Penggemar
• Kemudian klik tombol Menuju ke Aplikasi (Go to Application)
• Muncul halaman Izin Akses, Tekan tombol Izinkan
• Klik Tab Profile
• Masukkan blog kamu dengan klik link Add Your Blog
• Masukkan nama blog kamu pada kotak teks Blog Name misal : Ruang Rindu, tulis alamat URL blog kamu seperti : http://wulanmerindublog.blogspot.com, topik atau tags, pilih bahasa blog, dan isi deskripsi singkat tentang blog kamu, kemudian tekan tombol Next
• Masukkan URL feed Blog kamu, lalu tekan tombol Next
• Selanjutnya muncul halaman pertanyaan Are you the Author of (nama blog kamu), Klik tombol Yes
• Selanjutnya kamu diminta untuk memverifikasi kepemilikan blog. Ada dua opsi, Ask a friends to verify you (mudah tapi butuh waktu) dan Use Our Widget to Verify blog Ownership (langsung tapi butuh skill)
• Sebagai Contoh saya pilih opsi: Use Our Widget to Verify blog Ownership
• Copy kode HTML yang diberikan, tempel di blog kamu
• Tekan Tombol Verify
• Sampai disini kamu berhasil memasukkan blog kamu.
• Klik Tab Profile, lalu klik tombol Show Your Blogs On Your Profile (Add to Profile / Cantumkan ke dalam Profil), kemudian muncul halaman profil kamu, klik tombol Keep (disudut kiri bawah)
• Kembali ke halaman NetworkedBlogs, klik juga List Your Blogs on Your info Tab (Add to Info / Tambahkan ke Info) kemudian muncul halaman profil kamu, klik tombol Keep (disudut kiri bawah)
Sebagai blogger, perspektif yang mestinya kita pakai dalam berselancar di situs-situs social media adalah, bagaimana menjaring traffic dari situs ini ke blog kita. Karena itulah saya gemar mencari aplikasi Facebook yang menguntungkan bagi blog saya.
Bagi Blogger, widget ini tentu berguna untuk mengetahui siapa saja yang menyukai dan mengikuti blog mereka.
NetworkedBlogs sebenarnya hampir serupa dengan widget Google Foolowers atau Google Friend Connect. MyBlogLog pun punya widget serupa. Intinya widget kaya gini gunanya bagi pembaca blog adalah mengingatkan blog mana saja yang pernah kita kunjungi dan sukai.
Kelebihan NetworkedBlogs, adalah mampu mengkoneksikan antara akun Facebook anda dengan blog anda atau blog yang anda ikuti. Kalau Google Follower mengharuskan kita memiliki akun di Google, dan harus log in ke Blogger.com untuk mengetahui perkembangan dari blog yang kita ikuti, NetworkedBlogs memungkinkan untuk menampilkan thumbnail blog kita atau blog yang kita sukai pada halaman profil kita di Facebook. Selain itu feed dari blog anda juga akan otomatis ter-publish di profil Facebook anda.
Teman-teman kita ataupun orang lain di Facebook bisa membaca artikel kita secara langsung. Kitapun bisa mendiskusikan artikel kita melalui forum yang otomatis disediakan pada aplikasi tersebut. Hal ini tentu saja sangat berguna untuk perkembangan blog kita nantinya, karena bisa dapetin umpan balik secara langsung dari followers (pengikut) kita di Facebook.
Aplikasi ini juga menyertakan fitur search dan browse berdasarkan kategori, sehingga tidak menutup kemungkinan blog anda akan dibaca oleh pengguna Facebook yang tidak termasuk ke dalam jaringan teman anda. Ruang Rindu sendiri terbilang baru menggunakan aplikasi ini.
Sekalian Majang widgetsnya, Barangkali ada yang ngefollow....
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP
SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA - CAK NUN [ Profil Emha Ainun Nadjib ]
SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA
Oleh :
Emha Ainun Najib
Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu
Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati
Tiga
Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita diajari mengenali-Nya
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah, kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna
Empat
Sangat mahal biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya kita zikirkan
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya
Lima
Masjid ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup mencopetnya
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya
Jika kita berumah di masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita
Enam
Masjid itu dua macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita bawa masuk kuburan
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya
Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala
Tetapi mereka yang sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan
Maka hanya bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat
Delapan
Bahkan seribu masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh kemesraan kembali
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil menggali penemuan model imamah
Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa depan kita cicilkan
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan kawruh
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan hikmah kepemimpinan
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!
1987
Profil Emha Ainun Nadjib [ Cak Nun ] :
Nama:
EMHA AINUN NAJIB
Lahir:
Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953
Agama:
Islam
Isteri:
Novia Kolopaking
Pendidikan:
- SD, Jombang (1965)
- SMP Muhammadiyah, Yogyakarta (1968)
- SMA Muhammadiyah, Yogyakarta (1971)
- Pondok Pesantren Modern Gontor
- FE di Fakultas Filsafat UGM (tidak tamat)
Karir:
- Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970)
- Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976)
- Pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta)
- Pemimpin Grup musik Kyai Kanjeng
- Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media
Karya Seni Teater:
• Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan 'Raja' Soeharto),
• Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan),
• Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern),
• Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
• Santri-Santri Khidhir (1990, bersama Teater Salahudin di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun),
• Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar),
• Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
• Perahu Retak (1992).
Buku Puisi:
• “M” Frustasi (1976),
• Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
• Sajak-Sajak Cinta (1978),
• Nyanyian Gelandangan (1982),
• 99 Untuk Tuhanku (1983),
• Suluk Pesisiran (1989),
• Lautan Jilbab (1989),
• Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),
• Cahaya Maha Cahaya (1991),
• Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
• Abacadabra (1994),
• Syair Amaul Husna (1994)
Buku Essai:
• Dari Pojok Sejarah (1985),
• Sastra Yang Membebaskan (1985)
• Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
• Markesot Bertutur (1993),
• Markesot Bertutur Lagi (1994),
• Opini Plesetan (1996),
• Gerakan Punakawan (1994),
• Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
• Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
• Slilit Sang Kiai (1991),
• Sudrun Gugat (1994),
• Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
• Bola- Bola Kultural (1996),
• Budaya Tanding (1995),
• Titik Nadir Demokrasi (1995),
• Tuhanpun Berpuasa (1996),
• Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997)
• Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997)
• Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
• 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
• Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998)
• Kiai Kocar Kacir (1998)
• Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998)
• Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999)
• Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
• Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
• Menelusuri Titik Keimanan (2001),
• Hikmah Puasa 1 & 2 (2001),
• Segitiga Cinta (2001),
• “Kitab Ketentraman” (2001),
• “Trilogi Kumpulan Puisi” (2001),
• “Tahajjud Cinta” (2003),
• “Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003),
• Folklore Madura (2005),
• Puasa ya Puasa (2005),
• Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara),
• Kafir Liberal (2006)
• Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006)
Emha Ainun Nadjib
Kyai Kanjeng Sang Pelayan
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.
Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.
Dalam berbagai forum komunitas Masyarakat Padang Bulan, itu pembicaraan mengenai pluralisme sering muncul. Berkali-kali Cak Nun yang menolak dipanggil kiai itu meluruskan pemahaman mengenai konsep yang ia sebut sebagai manajemen keberagaman itu.
Dia selalu berusaha meluruskan berbagai salah paham mengenai suatu hal, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual. Salah satunya mengenai dakwah, dunia yang ia anggap sudah terpolusi. Menurutnya, sudah tidak ada parameter siapa yang pantas dan tidak untuk berdakwah. “Dakwah yang utama bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah," katanya.
Karena itulah ia lebih senang bila kehadirannya bersama istri dan kelompok musik Kiai Kanjeng di taman budaya, masjid, dan berbagai komunitas warga tak disebut sebagai kegiatan dakwah. "Itu hanya bentuk pelayanan. Pelayanan adalah ibadah dan harus dilakukan bukan hanya secara vertikal, tapi horizontal," ujarnya.
Emha merintis bentuk keseniannya itu sejak akhir 1970-an, bekerja sama dengan Teater Dinasti -- yang berpangkalan di rumah kontrakannya, di Bugisan, Yogyakarta. Beberapa kota di Jawa pernah mereka datangi, untuk satu dua kali pertunjukan. Selain manggung, ia juga menjadi kolumnis.
Dia anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Almarhum MA Lathif, adalah seorang petani. Dia mengenyam pendidikan SD di Jombang (1965) dan SMP Muhammadiyah di Yogyakarta (1968). Sempat masuk Pondok Modern Gontor Ponorogo tapi kemudian dikeluarkan karena melakukan demo melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya. Kemudian pindah ke SMA Muhammadiyah I, Yogyakarta sampai tamat. Lalu sempat melanjut ke Fakultas Ekonomi UGM, tapi tidak tamat.
Lima tahun (1970-1975) hidup menggelandang di Malioboro, Yogya, ketika belajar sastra dari guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha berikutnya.
Karirnya diawali sebagai Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970). Kemudian menjadi Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976), sebelum menjadi pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta), dan grup musik Kyai Kanjeng hingga kini. Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media.
Ia juga mengikuti berbagai festival dan lokakarya puisi dan teater. Di antaranya mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).
Karya Seni Teater
Cak Nun memacu kehidupan multi-kesenian di Yogya bersama Halimd HD, networker kesenian melalui Sanggarbambu, aktif di Teater Dinasti dan mengasilkan beberapa reportoar serta pementasan drama. Di antaranya: Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan 'Raja' Soeharto); Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan); Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern); Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
Selain itu, bersama Teater Salahudin mementaskan Santri-Santri Khidhir (1990, di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun). Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar); dan Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
Juga mementaskan Perahu Retak (1992, tentang Indonesia Orba yang digambarkan melalui situasi konflik pra-kerajaan Mataram, sebagai buku diterbitkan oleh Garda Pustaka), di samping Sidang Para Setan, Pak Kanjeng, Duta Dari Masa Depan.
Dia juga termasuk kreatif dalam menulis puisi. Terbukti, dia telah menerbitkan 16 buku puisi: “M” Frustasi (1976); Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978); Sajak-Sajak Cinta (1978); Nyanyian Gelandangan (1982); 99 Untuk Tuhanku (1983); Suluk Pesisiran (1989); Lautan Jilbab (1989); Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990); Cahaya Maha Cahaya (1991); Sesobek Buku Harian Indonesia (1993); Abacadabra (1994); dan Syair Amaul Husna (1994)
Selain itu, juga telah menerbitkan 30-an buku esai, di antaranya: Dari Pojok Sejarah (1985); Sastra Yang Membebaskan (1985); Secangkir Kopi Jon Pakir (1990); Markesot Bertutur (1993); Markesot Bertutur Lagi (1994); Opini Plesetan (1996); Gerakan Punakawan (1994); Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996); Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994); Slilit Sang Kiai (1991); Sudrun Gugat (1994); Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995); Bola- Bola Kultural (1996); Budaya Tanding (1995); Titik Nadir Demokrasi (1995); Tuhanpun Berpuasa (1996); Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997); Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997);
Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997); 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998); Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998); Kiai Kocar Kacir (1998); Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998); Keranjang Sampah (1998); Ikrar Husnul Khatimah (1999); Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000); Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000); Menelusuri Titik Keimanan (2001); Hikmah Puasa 1 & 2 (2001); Segitiga Cinta (2001); “Kitab Ketentraman” (2001); “Trilogi Kumpulan Puisi” (2001); “Tahajjud Cinta” (2003); “Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003); Folklore Madura (2005); Puasa ya Puasa (2005); Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara); Kafir Liberal (2006); dan, Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006).
Pluralisme
Cak Nun bersama Grup Musik Kiai Kanjeng dengan balutan busana serba putih, ber-shalawat (bernyanyi) dengan gaya gospel yang kuat dengan iringan musik gamelan kontemporer di hadapan jemaah yang berkumpul di sekitar panggung Masjid Cut Meutia. Setelah shalat tarawih terdiam, lalu sayup-sayup terdengar intro lagu Malam Kudus. Kemudian terdengar syair, "Sholatullah salamullah/ ’Ala thoha Rasulillah/ Sholatullah salamullah/ Sholatullah salamullah/ ’Ala yaasin Habibillah/ ’Ala yaasin Habibillah..."
Tepuk tangan dan teriakan penonton pun membahana setelah shalawat itu selesai dilantunkan. "Tidak ada lagu Kristen, tidak ada lagu Islam. Saya bukan bernyanyi, saya ber-shalawat," ujarnya menjawab pertanyaan yang ada di benak jemaah masjid.
Tampaknya Cak Nun berupaya merombak cara pikir masyarakat mengenai pemahaman agama. Bukan hanya pada Pagelaran Al Quran dan Merah Putih Cinta Negeriku di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Sabtu (14/10/2006) malam, itu ia melakukan hal-hal yang kontroversial. Dalam berbagai komunitas yang dibentuknya, oase pemikiran muncul, menyegarkan hati dan pikiran.
Perihal pluralisme, sering muncul dalam diskusi Cak Nun bersama komunitasnya. "Ada apa dengan pluralisme?" katanya. Menurut dia, sejak zaman kerajaan Majapahit tidak pernah ada masalah dengan pluralisme.
"Sejak zaman nenek moyang, bangsa ini sudah plural dan bisa hidup rukun. Mungkin sekarang ada intervensi dari negara luar," ujar Emha. Dia dengan tegas menyatakan mendukung pluralisme. Menurutnya, pluralisme bukan menganggap semua agama itu sama. Islam beda dengan Kristen, dengan Buddha, dengan Katolik, dengan Hindu. “Tidak bisa disamakan, yang beda biar berbeda. Kita harus menghargai itu semua," tutur budayawan intelektual itu. ►e-ti
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/e/emha-ainun-nadjib/index.shtml (sumber)
Oleh :
Emha Ainun Najib
Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu
Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati
Tiga
Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita diajari mengenali-Nya
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah, kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna
Empat
Sangat mahal biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya kita zikirkan
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya
Lima
Masjid ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup mencopetnya
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya
Jika kita berumah di masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita
Enam
Masjid itu dua macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita bawa masuk kuburan
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya
Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala
Tetapi mereka yang sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan
Maka hanya bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat
Delapan
Bahkan seribu masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh kemesraan kembali
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil menggali penemuan model imamah
Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa depan kita cicilkan
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan kawruh
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan hikmah kepemimpinan
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!
1987
Profil Emha Ainun Nadjib [ Cak Nun ] :
Nama:
EMHA AINUN NAJIB
Lahir:
Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953
Agama:
Islam
Isteri:
Novia Kolopaking
Pendidikan:
- SD, Jombang (1965)
- SMP Muhammadiyah, Yogyakarta (1968)
- SMA Muhammadiyah, Yogyakarta (1971)
- Pondok Pesantren Modern Gontor
- FE di Fakultas Filsafat UGM (tidak tamat)
Karir:
- Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970)
- Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976)
- Pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta)
- Pemimpin Grup musik Kyai Kanjeng
- Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media
Karya Seni Teater:
• Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan 'Raja' Soeharto),
• Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan),
• Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern),
• Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
• Santri-Santri Khidhir (1990, bersama Teater Salahudin di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun),
• Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar),
• Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
• Perahu Retak (1992).
Buku Puisi:
• “M” Frustasi (1976),
• Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
• Sajak-Sajak Cinta (1978),
• Nyanyian Gelandangan (1982),
• 99 Untuk Tuhanku (1983),
• Suluk Pesisiran (1989),
• Lautan Jilbab (1989),
• Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),
• Cahaya Maha Cahaya (1991),
• Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
• Abacadabra (1994),
• Syair Amaul Husna (1994)
Buku Essai:
• Dari Pojok Sejarah (1985),
• Sastra Yang Membebaskan (1985)
• Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
• Markesot Bertutur (1993),
• Markesot Bertutur Lagi (1994),
• Opini Plesetan (1996),
• Gerakan Punakawan (1994),
• Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
• Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
• Slilit Sang Kiai (1991),
• Sudrun Gugat (1994),
• Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
• Bola- Bola Kultural (1996),
• Budaya Tanding (1995),
• Titik Nadir Demokrasi (1995),
• Tuhanpun Berpuasa (1996),
• Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997)
• Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997)
• Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
• 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
• Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998)
• Kiai Kocar Kacir (1998)
• Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998)
• Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999)
• Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
• Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
• Menelusuri Titik Keimanan (2001),
• Hikmah Puasa 1 & 2 (2001),
• Segitiga Cinta (2001),
• “Kitab Ketentraman” (2001),
• “Trilogi Kumpulan Puisi” (2001),
• “Tahajjud Cinta” (2003),
• “Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003),
• Folklore Madura (2005),
• Puasa ya Puasa (2005),
• Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara),
• Kafir Liberal (2006)
• Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006)
Emha Ainun Nadjib
Kyai Kanjeng Sang Pelayan
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.
Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.
Dalam berbagai forum komunitas Masyarakat Padang Bulan, itu pembicaraan mengenai pluralisme sering muncul. Berkali-kali Cak Nun yang menolak dipanggil kiai itu meluruskan pemahaman mengenai konsep yang ia sebut sebagai manajemen keberagaman itu.
Dia selalu berusaha meluruskan berbagai salah paham mengenai suatu hal, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual. Salah satunya mengenai dakwah, dunia yang ia anggap sudah terpolusi. Menurutnya, sudah tidak ada parameter siapa yang pantas dan tidak untuk berdakwah. “Dakwah yang utama bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah," katanya.
Karena itulah ia lebih senang bila kehadirannya bersama istri dan kelompok musik Kiai Kanjeng di taman budaya, masjid, dan berbagai komunitas warga tak disebut sebagai kegiatan dakwah. "Itu hanya bentuk pelayanan. Pelayanan adalah ibadah dan harus dilakukan bukan hanya secara vertikal, tapi horizontal," ujarnya.
Emha merintis bentuk keseniannya itu sejak akhir 1970-an, bekerja sama dengan Teater Dinasti -- yang berpangkalan di rumah kontrakannya, di Bugisan, Yogyakarta. Beberapa kota di Jawa pernah mereka datangi, untuk satu dua kali pertunjukan. Selain manggung, ia juga menjadi kolumnis.
Dia anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Almarhum MA Lathif, adalah seorang petani. Dia mengenyam pendidikan SD di Jombang (1965) dan SMP Muhammadiyah di Yogyakarta (1968). Sempat masuk Pondok Modern Gontor Ponorogo tapi kemudian dikeluarkan karena melakukan demo melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya. Kemudian pindah ke SMA Muhammadiyah I, Yogyakarta sampai tamat. Lalu sempat melanjut ke Fakultas Ekonomi UGM, tapi tidak tamat.
Lima tahun (1970-1975) hidup menggelandang di Malioboro, Yogya, ketika belajar sastra dari guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha berikutnya.
Karirnya diawali sebagai Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970). Kemudian menjadi Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976), sebelum menjadi pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta), dan grup musik Kyai Kanjeng hingga kini. Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media.
Ia juga mengikuti berbagai festival dan lokakarya puisi dan teater. Di antaranya mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).
Karya Seni Teater
Cak Nun memacu kehidupan multi-kesenian di Yogya bersama Halimd HD, networker kesenian melalui Sanggarbambu, aktif di Teater Dinasti dan mengasilkan beberapa reportoar serta pementasan drama. Di antaranya: Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan 'Raja' Soeharto); Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan); Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern); Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).
Selain itu, bersama Teater Salahudin mementaskan Santri-Santri Khidhir (1990, di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun). Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar); dan Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993).
Juga mementaskan Perahu Retak (1992, tentang Indonesia Orba yang digambarkan melalui situasi konflik pra-kerajaan Mataram, sebagai buku diterbitkan oleh Garda Pustaka), di samping Sidang Para Setan, Pak Kanjeng, Duta Dari Masa Depan.
Dia juga termasuk kreatif dalam menulis puisi. Terbukti, dia telah menerbitkan 16 buku puisi: “M” Frustasi (1976); Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978); Sajak-Sajak Cinta (1978); Nyanyian Gelandangan (1982); 99 Untuk Tuhanku (1983); Suluk Pesisiran (1989); Lautan Jilbab (1989); Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990); Cahaya Maha Cahaya (1991); Sesobek Buku Harian Indonesia (1993); Abacadabra (1994); dan Syair Amaul Husna (1994)
Selain itu, juga telah menerbitkan 30-an buku esai, di antaranya: Dari Pojok Sejarah (1985); Sastra Yang Membebaskan (1985); Secangkir Kopi Jon Pakir (1990); Markesot Bertutur (1993); Markesot Bertutur Lagi (1994); Opini Plesetan (1996); Gerakan Punakawan (1994); Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996); Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994); Slilit Sang Kiai (1991); Sudrun Gugat (1994); Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995); Bola- Bola Kultural (1996); Budaya Tanding (1995); Titik Nadir Demokrasi (1995); Tuhanpun Berpuasa (1996); Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997); Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997);
Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997); 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998); Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998); Kiai Kocar Kacir (1998); Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998); Keranjang Sampah (1998); Ikrar Husnul Khatimah (1999); Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000); Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000); Menelusuri Titik Keimanan (2001); Hikmah Puasa 1 & 2 (2001); Segitiga Cinta (2001); “Kitab Ketentraman” (2001); “Trilogi Kumpulan Puisi” (2001); “Tahajjud Cinta” (2003); “Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun” (2003); Folklore Madura (2005); Puasa ya Puasa (2005); Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara); Kafir Liberal (2006); dan, Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006).
Pluralisme
Cak Nun bersama Grup Musik Kiai Kanjeng dengan balutan busana serba putih, ber-shalawat (bernyanyi) dengan gaya gospel yang kuat dengan iringan musik gamelan kontemporer di hadapan jemaah yang berkumpul di sekitar panggung Masjid Cut Meutia. Setelah shalat tarawih terdiam, lalu sayup-sayup terdengar intro lagu Malam Kudus. Kemudian terdengar syair, "Sholatullah salamullah/ ’Ala thoha Rasulillah/ Sholatullah salamullah/ Sholatullah salamullah/ ’Ala yaasin Habibillah/ ’Ala yaasin Habibillah..."
Tepuk tangan dan teriakan penonton pun membahana setelah shalawat itu selesai dilantunkan. "Tidak ada lagu Kristen, tidak ada lagu Islam. Saya bukan bernyanyi, saya ber-shalawat," ujarnya menjawab pertanyaan yang ada di benak jemaah masjid.
Tampaknya Cak Nun berupaya merombak cara pikir masyarakat mengenai pemahaman agama. Bukan hanya pada Pagelaran Al Quran dan Merah Putih Cinta Negeriku di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Sabtu (14/10/2006) malam, itu ia melakukan hal-hal yang kontroversial. Dalam berbagai komunitas yang dibentuknya, oase pemikiran muncul, menyegarkan hati dan pikiran.
Perihal pluralisme, sering muncul dalam diskusi Cak Nun bersama komunitasnya. "Ada apa dengan pluralisme?" katanya. Menurut dia, sejak zaman kerajaan Majapahit tidak pernah ada masalah dengan pluralisme.
"Sejak zaman nenek moyang, bangsa ini sudah plural dan bisa hidup rukun. Mungkin sekarang ada intervensi dari negara luar," ujar Emha. Dia dengan tegas menyatakan mendukung pluralisme. Menurutnya, pluralisme bukan menganggap semua agama itu sama. Islam beda dengan Kristen, dengan Buddha, dengan Katolik, dengan Hindu. “Tidak bisa disamakan, yang beda biar berbeda. Kita harus menghargai itu semua," tutur budayawan intelektual itu. ►e-ti
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/e/emha-ainun-nadjib/index.shtml (sumber)
Senin, 30 Agustus 2010
Sajak - Subagio Sastrowardoyo [ Profil Subagio Sastrowardoyo ]
Sajak
oleh Subagio Sastrowardoyo
Apakah arti sajak ini
Kalau anak semalam batuk-batuk,
bau vicks dan kayuputih
melekat di kelambu.
Kalau istri terus mengeluh
tentang kurang tidur, tentang
gajiku yang tekor buat
bayar dokter, bujang dan makan sehari.
Kalau terbayang pantalon
sudah sebulan sobek tak terjahit.
Apakah arti sajak ini
Kalau saban malam aku lama terbangun:
hidup ini makin mengikat dan mengurung.
Apakah arti sajak ini:
Piaraan anggerek tricolor di rumah atau
pelarian kecut ke hari akhir?
Ah, sajak ini,
mengingatkan aku kepada langit dan mega.
Sajak ini mengingatkan kepada kisah dan keabadian.
Sajak ini melupakan aku kepada pisau dan tali.
Sajak ini melupakan kepada bunuh diri.(sumber)
Profil Subagyo Sastrowardoyo :
Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun (Jawa Timur) tanggal 1 Februari 1924. Dalam sastra Indonesia Subagio Sastrowardoyo lebih dikenal sebagai penyair meskipun tulisannya tidak terbatas pada puisi.
Nama Subagio Sastrowardoyo dicatat pertama kali dalam peta perpuisian
Indonesia ketika kumpulan puisinya Simphoni terbit tahun 1957 di
Yogyakarta.Ia ditulis oleh seorang yang tidak memberi aksentuasi pada gerak, pada suara keras, atau kesibukan di luar dirinya.
Ia justru suatu perlawanan terhadap gerak, suara keras, serta kesibukan
di luar sebab Subagio Sastrowardoyo memilih diam dan memenangkan diam. a meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1996 dalam usia 72 tahun.
Pendidikan Subagio dilakukan di berbagai tempat, yaitu HIS di Bandung dan Jakarta. Pendidikan HBS, SMP, dan SMA di Yogyakarta.
Pada tahun 1958 berhasil menamatkan studinya di Fakultas Sastra,
Universitas Gadjah Mada dan 1963 meraih gelar master of art (M.A.) dari
Department of Comparative Literature, Universitas Yale, Amerika Serikat.
Subagio pernah menjabat Ketua Jurusan Bahasa Indonesia B-1 di Yogyakarta (1954—1958). Ia juga pernah mengajar di almamaternya, Fakultas Sastra, UGM pada tahun 1958—1961. Pada 1966—1971 ia mengajar di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung .
Selanjutnya, tahun 1971—1974 mengajar di Salisbury Teacherrs College,
Australia Selatan, dan di Universitas Flinders, Australia Selatan tahun
1974—1981. Selain itu, ia juga pernah bekerja
sebagai anggota Dewan Kesenian Jakarta (1982—1984) dan sebagai anggota
Kelompok Kerja Sosial Budaya Lemhanas dan Direktur Muda Penerbitan PN
Balai Pustaka (1981).
Oleh karena itu, ia tidak saja dikenal sebagai penyair, tetapi sekaligus sebagai esais, kritikus sastra, dan cerpenis.
Ajip Rosidi yang menggolongkannya ke dalam pengarang periode 1953—1961
menyatakan bahwa selain sebagai penyair, Subagio juga penting dengan
prosa dan esai-esainya.(sumber)
oleh Subagio Sastrowardoyo
Apakah arti sajak ini
Kalau anak semalam batuk-batuk,
bau vicks dan kayuputih
melekat di kelambu.
Kalau istri terus mengeluh
tentang kurang tidur, tentang
gajiku yang tekor buat
bayar dokter, bujang dan makan sehari.
Kalau terbayang pantalon
sudah sebulan sobek tak terjahit.
Apakah arti sajak ini
Kalau saban malam aku lama terbangun:
hidup ini makin mengikat dan mengurung.
Apakah arti sajak ini:
Piaraan anggerek tricolor di rumah atau
pelarian kecut ke hari akhir?
Ah, sajak ini,
mengingatkan aku kepada langit dan mega.
Sajak ini mengingatkan kepada kisah dan keabadian.
Sajak ini melupakan aku kepada pisau dan tali.
Sajak ini melupakan kepada bunuh diri.(sumber)
Profil Subagyo Sastrowardoyo :
Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun (Jawa Timur) tanggal 1 Februari 1924. Dalam sastra Indonesia Subagio Sastrowardoyo lebih dikenal sebagai penyair meskipun tulisannya tidak terbatas pada puisi.
Nama Subagio Sastrowardoyo dicatat pertama kali dalam peta perpuisian
Indonesia ketika kumpulan puisinya Simphoni terbit tahun 1957 di
Yogyakarta.Ia ditulis oleh seorang yang tidak memberi aksentuasi pada gerak, pada suara keras, atau kesibukan di luar dirinya.
Ia justru suatu perlawanan terhadap gerak, suara keras, serta kesibukan
di luar sebab Subagio Sastrowardoyo memilih diam dan memenangkan diam. a meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1996 dalam usia 72 tahun.
Pendidikan Subagio dilakukan di berbagai tempat, yaitu HIS di Bandung dan Jakarta. Pendidikan HBS, SMP, dan SMA di Yogyakarta.
Pada tahun 1958 berhasil menamatkan studinya di Fakultas Sastra,
Universitas Gadjah Mada dan 1963 meraih gelar master of art (M.A.) dari
Department of Comparative Literature, Universitas Yale, Amerika Serikat.
Subagio pernah menjabat Ketua Jurusan Bahasa Indonesia B-1 di Yogyakarta (1954—1958). Ia juga pernah mengajar di almamaternya, Fakultas Sastra, UGM pada tahun 1958—1961. Pada 1966—1971 ia mengajar di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung .
Selanjutnya, tahun 1971—1974 mengajar di Salisbury Teacherrs College,
Australia Selatan, dan di Universitas Flinders, Australia Selatan tahun
1974—1981. Selain itu, ia juga pernah bekerja
sebagai anggota Dewan Kesenian Jakarta (1982—1984) dan sebagai anggota
Kelompok Kerja Sosial Budaya Lemhanas dan Direktur Muda Penerbitan PN
Balai Pustaka (1981).
Oleh karena itu, ia tidak saja dikenal sebagai penyair, tetapi sekaligus sebagai esais, kritikus sastra, dan cerpenis.
Ajip Rosidi yang menggolongkannya ke dalam pengarang periode 1953—1961
menyatakan bahwa selain sebagai penyair, Subagio juga penting dengan
prosa dan esai-esainya.(sumber)
Minggu, 29 Agustus 2010
Atraksi Anak SMP Muhammadiyyah 1 Blora
Atraksi Anak SMP Muhammadiyyah 1 Blora di Acara Pelepasan th 2008
sumber gambar atraksi Anak SMP Muhammadiyah 1 Blora : http://smpmuhiblora.blogspot.com
sumber gambar atraksi Anak SMP Muhammadiyah 1 Blora : http://smpmuhiblora.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


