You're a good soldier
Choosing your battles
Pick yourself up
And dust yourself off
And back in the saddle
You're on the frontline
Everyone's watching
You know it's serious
We're getting closer
This isnt over
The pressure is on
You feel it
But you've got it all
Believe it
When you fall get up
Oh oh...
And if you fall get up
Oh oh...
Tsamina mina
Zangalewa
Cuz this is Africa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa
This is our motto
Your time to shine
Dont wait in line
Y vamos por Todo
People are raising
Their Expectations
Go on and feed them
This is your moment
No hesitations
Today's your day
I feel it
You paved the way
Believe it
If you get down
Get up Oh oh...
When you get down
Get up eh eh...
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
This time for Africa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
Tsamina mina eh eh
Waka Waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa
Sumber :
http://wandi-news.blogspot.com/2010/06/lagu-shakira-waka-waka.html
http://www.youtube.com/watch?v=ZkVoeSAb4Ok
http://www.youtube.com/watch?v=ZkVoeSAb4Ok
http://kutak-ketik.blogspot.com/2010/06/lagu-piala-dunia-2010-waka-waka-dan.html
tag lirik lagu piala dunia waka waka:
|lirik lagu piala dunia 2010| themesong worldcup 2010 waka waka| lagu shakira waka waka|lagu piala dunia 2010 waka waka| waka waka lagu piala dunia 2010|
Jumat, 18 Juni 2010
Kamis, 17 Juni 2010
Khotbah - Puisi WS Rendra
Fantastis.
Di satu Minggu siang yang panas
di gereja yang penuh orangnya
seorang padri muda berdiri di mimbar.
Wajahnya molek dan suci
matanya manis seperti mata kelinci
dan ia mengangkat kedua tangannya
lalu berkata:
“Sekarang kita bubaran.
Hari ini khotbah tak ada.”
Orang-orang tidak beranjak.
Mereka tetap duduk rapat berdesak.
Ada juga banyak yang berdiri.
Mereka kaku. Tak mau bergerak
Mata mereka menatap bertanya-tanya.
Mulut mereka menganga
berhenti berdoa
tapi ingin benar mendengar.
Kemudian dengan serentak mereka mengesah
dan berbareng dengan suara aneh dari mulut mereka
tersebarlah bau keras
yang perlu dicegah dengan segera.
“Lihatlah aku masih muda.
Biarlah aku menjaga sukmaku.
Silakan bubar.
Ijinkan aku memuliakan kesucian.
Aku akan kembali ke biara
merenungkan keindahan Ilahi.”
Orang-orang kembali mengesah.
Tidak beranjak.
Wajah mereka nampak sengsara.
Mata mereka bertanya-tanya.
Mulut mereka menganga
sangat butuh mendengar.
“Orang-orang ini minta pedoman. Astaga.
Tuhanku, kenapa di saat ini kautinggalkan daku.
Sebagai sekelompok serigala yang malas dan lapar
mereka mengangakan mulut mereka.
Udara panas. Dan aku terkencing di celana.
Bapak. Bapak. Kenapa kautinggalkan daku.”
Orang-orang tidak beranjak.
Wajah mereka basah.
Rambut mereka basah.
Seluruh tubuh mereka basah.
Keringat berkucuran di lantai
kerna udara yang panas
dan kesengsaraan mereka yang tegang.
Baunya busuk luar biasa.
Dan pertanyaan-pertanyaan mereka pun berbau busuk juga.
“Saudara-saudaraku, para anak Bapak di sorga.
Inilah khotbahku.
Ialah khotbahku yang pertama.
Hidup memang berat.
Gelap dan berat.
Kesengsaraan banyak jumlahnya.
Maka dalam hal ini
kebijaksanaan hidup adalah ra-ra-ra.
Ra-ra-ra, hum-pa-pa, ra-ra-ra.
Tengoklah kebijaksanaan kadal
makhluk Tuhan yang juga dicintai-Nya.
Meniaraplah ke bumi.
Kerna, lihatlah:
Sukamamu terjepit di antara batu-batu.
Hijau.
Lumutan.
Sebagai kadal ra-ra-ra.
sebagai ketonggeng hum-pa-pa.”
Orang-orang serentak bersuara:
Ra-ra-ra. Hum-pa-pa.
Dengan gemuruh bersuara seluruh isi gereja.
Ra-ra-ra. Hum-pa-pa.
“Kepada kaum lelaki yang suka senapan
yang memasang panji-panji kebenaran di mata bayonetnya
aku minta dicamkan
bahwa lu-lu-lu, la-li-lo-lu.
Angkatlah hidungmu tinggi-tinggi
agar tak kaulihat siapa yang kaupijak.
Kerna begitulah li-li-li, la-li-lo-lu.
Bersihkan darah dari tanganmu
agar aku tak gemetar
lali kita bisa duduk minum the
sambil ngomong tentang derita masyarakat
atau hakekat hidup dan mati.
Hidup penih sengsara dan dosa.
Hidup adalah tipu muslihat.
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Jadi marilah kita tembak matahari.
Kita bidik setepat-tepatnya.”
Dengan gembira orang-orang menyambut bersama:
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Mereka berdiri. Menghentakkan kaki ke lantai.
Berderap serentak dan seirama.
Suara mereka bersatu:
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Hanyut dalam persatuan yang kuat
mereka berteriak bersama
persis dan seirama:
La-la-la, lil-li-li, la-li-lo-lu.
“Maka kini kita telah hidup kembali.
Darah terasa mengalir dengan derasnya.
Di kepala. Di leher. Di dada.
Di perut. Dan di bagian tubuh lainnya.
Lihatlah, oleh hidup jari-jariku gemetar.
Darah itu bong-bong-bong.
Darah hidup bang-bing-bong.
Darah hidup bersama bang-bing-bong-bong.
Hidup berama-ramai.
Darah bergaul dengan darah.
Bong-bong-bong. Bang-bing-bong.”
Orang-orang meledakkan gairah hidupnya.
Mereka berdiri di atas bangku-bangku gereja.
Berderap-derap dengan kaki mereka.
Genta-genta, orgel, daun-daun pintu, kaca-kaca jendela,
semua dipalu dan dibunyikan.
Dalam satu irama.
Diiringi sorak gembira:
Bong-bong-bong. Bang-bing-bong.
Cinta harus kita muliakan.
Cinta di belukar.
Cinta di took Arab.
Cinta di belakang halaman gereja.
Cinta itu persatuan dan tra-la-la.
Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.
Sebagi rumputan
kita harus berkembang biak
dalam persatuan dan cinta.
Marilah kita melumatkan diri.
Marilah kita bernaung di bawah rumputan.
Sebagaimana pedoman kita:
“Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.’
Seluruh isi gereja gemuruh.
Mereka mulai menari. Mengikuti satu irama.
Mereka saling menggosok-gosokkan tubuh mereka.
Lelaki dengan wanita. Lelaki dengan lelaki.
Wanita dengan wanita. Saling menggosok-gosokkan tubuhnya.
Dan ada juga yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke tembok gereja.
Dan dengan suara menggigil yang ganjil
mereka melengking dengan serempak.
Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.
“Melewati Nabi Musa yang keramat
Tuhan telah berkata:
Jangan engkau mencuri.
Pegawai kecil jangan mencuri tulang-tulang ayam goring.
Para pembesar jangan mencuri bensin.
Dan gadis jangan mencuri perawannya sendiri.
Tentu, bahwa mencuri dan mencuri ada bedanya.
Artinya: Cha-cha-cha, cha-cha-cha.
Semua barang dari Tuhan.
Harus dibagi bersama.
Semua milik semua.
Semua untuk semua.
Kita harus bersatu. Kita untuk kita.
Cha-cha-cha, cha-cha-cha.
Inilah pedomannya.”
Sebagai binatang orang-orang bersorak:
Grrr-grrr-hura. Hura.
Cha-cha-cha, Cha-cha-cha.
Mereka copoti daun-daun jendela.
Mereka ambil semua isi gereja.
Candelabra-candelabra. Tirai-tirai. Permadani-permadani.
Barang-barang perak. Dan patung-patung berhiaskan permata.
Cha-cha-cha, begitu nyanyi mereka.
Cha-cha-cha, berulang-ulang diserukan.
Seluruh gereja rontok.
Cha-cha-cha.
Binatang-binantang yang basah berkeringat dan deras napasnya
Berlarian kian ke mari.
Cha-cha-cha. Cha-cha-cha.
Lalu tiba-tiba terdengar lengking jerit perempuan tua:
“Aku lapar. Lapaar. Lapaaar.”
Tiba-tiba semua juga merasa lapar.
Mata mereka menyala.
Dan mereka tetap bersuara cha-cha-cha.
“Sebab sudah mulai lapar
marilah kita bubaran.
Ayo, bubar. Semua berhenti.”
Cha-cha-cha, kata mereka
dan mata mereka menyala.
“Kita bubar.
Upacara dan khotbah telah selesai.”
Cha-cha-cha, kata mereka.
Mereka tidak berhenti.
Mereka mendesak maju.
Gereja rusak. Dan mata mereka menyala.
“Astaga. Ingatlah penderitaan Kristus.
Kita semua putra-putranya yang mulia.
Lapar harus diatasi dengan kebijaksanaan.”
Cha-cha-cha.
Mereka maju menggasak mimbar.
Cha-cha-cha.
Mereka seret padri itu dari mimbar.
Cha-cha-cha.
Mereka robek-robek jubahnya.
Cha-cha-cha.
Seorang perempuan gemuk mencium mulutnya yang bagus.
Seorang perempuan tua menjilati dadanya yang bersih.
Dan gadis-gadis menarik kedua kakinya.
Cha-cha-cha.
Begitulah perempuan-perempuan itu memperkosanya beramai-ramai.
Cha-cha-cha.
Lalu tubuhnya dicincang.
Semua orang makan dagingnya. Cha-cha-cha.
Dengan persatuan yang kuat mereka berpesta.
Mereka minum darahnya.
Mereka hisap sungsum tulangnya.
Sempurna habis ia dimakan.
Tak ada lagi yang sisa.
Celetukan atau sedikit keterangannya Eysa:
Khotbah merupakan jenis puisi bentuk narasi atau kisahan. Pemeran kisah tersebut adalah Padri atau Pendeta muda shaleh yang mengalami tragika pada saat menyampaikan khotbah yabg pertama dan terakhor kalinya. Dengan latar pada hari minggu di sebuah Gereja yang sesak akan jemaahnya. Sedang inti kisahnya kesalahantasir dari khotbah si padri, disalahtafsiri para jemaah hingga sampai menghancurkan gereja dan membunuh Padrinya Sendiri. Sangat Fantastis neh Puisi. ^^
Di satu Minggu siang yang panas
di gereja yang penuh orangnya
seorang padri muda berdiri di mimbar.
Wajahnya molek dan suci
matanya manis seperti mata kelinci
dan ia mengangkat kedua tangannya
lalu berkata:
“Sekarang kita bubaran.
Hari ini khotbah tak ada.”
Orang-orang tidak beranjak.
Mereka tetap duduk rapat berdesak.
Ada juga banyak yang berdiri.
Mereka kaku. Tak mau bergerak
Mata mereka menatap bertanya-tanya.
Mulut mereka menganga
berhenti berdoa
tapi ingin benar mendengar.
Kemudian dengan serentak mereka mengesah
dan berbareng dengan suara aneh dari mulut mereka
tersebarlah bau keras
yang perlu dicegah dengan segera.
“Lihatlah aku masih muda.
Biarlah aku menjaga sukmaku.
Silakan bubar.
Ijinkan aku memuliakan kesucian.
Aku akan kembali ke biara
merenungkan keindahan Ilahi.”
Orang-orang kembali mengesah.
Tidak beranjak.
Wajah mereka nampak sengsara.
Mata mereka bertanya-tanya.
Mulut mereka menganga
sangat butuh mendengar.
“Orang-orang ini minta pedoman. Astaga.
Tuhanku, kenapa di saat ini kautinggalkan daku.
Sebagai sekelompok serigala yang malas dan lapar
mereka mengangakan mulut mereka.
Udara panas. Dan aku terkencing di celana.
Bapak. Bapak. Kenapa kautinggalkan daku.”
Orang-orang tidak beranjak.
Wajah mereka basah.
Rambut mereka basah.
Seluruh tubuh mereka basah.
Keringat berkucuran di lantai
kerna udara yang panas
dan kesengsaraan mereka yang tegang.
Baunya busuk luar biasa.
Dan pertanyaan-pertanyaan mereka pun berbau busuk juga.
“Saudara-saudaraku, para anak Bapak di sorga.
Inilah khotbahku.
Ialah khotbahku yang pertama.
Hidup memang berat.
Gelap dan berat.
Kesengsaraan banyak jumlahnya.
Maka dalam hal ini
kebijaksanaan hidup adalah ra-ra-ra.
Ra-ra-ra, hum-pa-pa, ra-ra-ra.
Tengoklah kebijaksanaan kadal
makhluk Tuhan yang juga dicintai-Nya.
Meniaraplah ke bumi.
Kerna, lihatlah:
Sukamamu terjepit di antara batu-batu.
Hijau.
Lumutan.
Sebagai kadal ra-ra-ra.
sebagai ketonggeng hum-pa-pa.”
Orang-orang serentak bersuara:
Ra-ra-ra. Hum-pa-pa.
Dengan gemuruh bersuara seluruh isi gereja.
Ra-ra-ra. Hum-pa-pa.
“Kepada kaum lelaki yang suka senapan
yang memasang panji-panji kebenaran di mata bayonetnya
aku minta dicamkan
bahwa lu-lu-lu, la-li-lo-lu.
Angkatlah hidungmu tinggi-tinggi
agar tak kaulihat siapa yang kaupijak.
Kerna begitulah li-li-li, la-li-lo-lu.
Bersihkan darah dari tanganmu
agar aku tak gemetar
lali kita bisa duduk minum the
sambil ngomong tentang derita masyarakat
atau hakekat hidup dan mati.
Hidup penih sengsara dan dosa.
Hidup adalah tipu muslihat.
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Jadi marilah kita tembak matahari.
Kita bidik setepat-tepatnya.”
Dengan gembira orang-orang menyambut bersama:
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Mereka berdiri. Menghentakkan kaki ke lantai.
Berderap serentak dan seirama.
Suara mereka bersatu:
La-la-la, li-li-li, la-li-lo-lu.
Hanyut dalam persatuan yang kuat
mereka berteriak bersama
persis dan seirama:
La-la-la, lil-li-li, la-li-lo-lu.
“Maka kini kita telah hidup kembali.
Darah terasa mengalir dengan derasnya.
Di kepala. Di leher. Di dada.
Di perut. Dan di bagian tubuh lainnya.
Lihatlah, oleh hidup jari-jariku gemetar.
Darah itu bong-bong-bong.
Darah hidup bang-bing-bong.
Darah hidup bersama bang-bing-bong-bong.
Hidup berama-ramai.
Darah bergaul dengan darah.
Bong-bong-bong. Bang-bing-bong.”
Orang-orang meledakkan gairah hidupnya.
Mereka berdiri di atas bangku-bangku gereja.
Berderap-derap dengan kaki mereka.
Genta-genta, orgel, daun-daun pintu, kaca-kaca jendela,
semua dipalu dan dibunyikan.
Dalam satu irama.
Diiringi sorak gembira:
Bong-bong-bong. Bang-bing-bong.
Cinta harus kita muliakan.
Cinta di belukar.
Cinta di took Arab.
Cinta di belakang halaman gereja.
Cinta itu persatuan dan tra-la-la.
Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.
Sebagi rumputan
kita harus berkembang biak
dalam persatuan dan cinta.
Marilah kita melumatkan diri.
Marilah kita bernaung di bawah rumputan.
Sebagaimana pedoman kita:
“Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.’
Seluruh isi gereja gemuruh.
Mereka mulai menari. Mengikuti satu irama.
Mereka saling menggosok-gosokkan tubuh mereka.
Lelaki dengan wanita. Lelaki dengan lelaki.
Wanita dengan wanita. Saling menggosok-gosokkan tubuhnya.
Dan ada juga yang menggosok-gosokkan tubuhnya ke tembok gereja.
Dan dengan suara menggigil yang ganjil
mereka melengking dengan serempak.
Tra-la-la. La-la-la. Tra-la-la.
“Melewati Nabi Musa yang keramat
Tuhan telah berkata:
Jangan engkau mencuri.
Pegawai kecil jangan mencuri tulang-tulang ayam goring.
Para pembesar jangan mencuri bensin.
Dan gadis jangan mencuri perawannya sendiri.
Tentu, bahwa mencuri dan mencuri ada bedanya.
Artinya: Cha-cha-cha, cha-cha-cha.
Semua barang dari Tuhan.
Harus dibagi bersama.
Semua milik semua.
Semua untuk semua.
Kita harus bersatu. Kita untuk kita.
Cha-cha-cha, cha-cha-cha.
Inilah pedomannya.”
Sebagai binatang orang-orang bersorak:
Grrr-grrr-hura. Hura.
Cha-cha-cha, Cha-cha-cha.
Mereka copoti daun-daun jendela.
Mereka ambil semua isi gereja.
Candelabra-candelabra. Tirai-tirai. Permadani-permadani.
Barang-barang perak. Dan patung-patung berhiaskan permata.
Cha-cha-cha, begitu nyanyi mereka.
Cha-cha-cha, berulang-ulang diserukan.
Seluruh gereja rontok.
Cha-cha-cha.
Binatang-binantang yang basah berkeringat dan deras napasnya
Berlarian kian ke mari.
Cha-cha-cha. Cha-cha-cha.
Lalu tiba-tiba terdengar lengking jerit perempuan tua:
“Aku lapar. Lapaar. Lapaaar.”
Tiba-tiba semua juga merasa lapar.
Mata mereka menyala.
Dan mereka tetap bersuara cha-cha-cha.
“Sebab sudah mulai lapar
marilah kita bubaran.
Ayo, bubar. Semua berhenti.”
Cha-cha-cha, kata mereka
dan mata mereka menyala.
“Kita bubar.
Upacara dan khotbah telah selesai.”
Cha-cha-cha, kata mereka.
Mereka tidak berhenti.
Mereka mendesak maju.
Gereja rusak. Dan mata mereka menyala.
“Astaga. Ingatlah penderitaan Kristus.
Kita semua putra-putranya yang mulia.
Lapar harus diatasi dengan kebijaksanaan.”
Cha-cha-cha.
Mereka maju menggasak mimbar.
Cha-cha-cha.
Mereka seret padri itu dari mimbar.
Cha-cha-cha.
Mereka robek-robek jubahnya.
Cha-cha-cha.
Seorang perempuan gemuk mencium mulutnya yang bagus.
Seorang perempuan tua menjilati dadanya yang bersih.
Dan gadis-gadis menarik kedua kakinya.
Cha-cha-cha.
Begitulah perempuan-perempuan itu memperkosanya beramai-ramai.
Cha-cha-cha.
Lalu tubuhnya dicincang.
Semua orang makan dagingnya. Cha-cha-cha.
Dengan persatuan yang kuat mereka berpesta.
Mereka minum darahnya.
Mereka hisap sungsum tulangnya.
Sempurna habis ia dimakan.
Tak ada lagi yang sisa.
Fantastis. ( Rendra - Blues Untuk Bonnie, Halaman 41-46) dicopas dari http://goesprih.blogspot.com/2009/03/rendra-kotbah.html )
Celetukan atau sedikit keterangannya Eysa:
Khotbah merupakan jenis puisi bentuk narasi atau kisahan. Pemeran kisah tersebut adalah Padri atau Pendeta muda shaleh yang mengalami tragika pada saat menyampaikan khotbah yabg pertama dan terakhor kalinya. Dengan latar pada hari minggu di sebuah Gereja yang sesak akan jemaahnya. Sedang inti kisahnya kesalahantasir dari khotbah si padri, disalahtafsiri para jemaah hingga sampai menghancurkan gereja dan membunuh Padrinya Sendiri. Sangat Fantastis neh Puisi. ^^
Rabu, 16 Juni 2010
Tentang Rasa - Astrid Sartiasari

Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
http://infomusik-board.blogspot.com
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
lirik tag tentang rasa - astrid sartiasari :
lirik lagu astrid tentang rasa|lirik astrid tentang rasa|lirik lagu tentang rasa astrid|astrid tentang rasa|lirik tentang rasa astrid|astrid tentang rasa lirik|lirik lagu astrid|lirik lagu astrid-tentang rasa|lirik tentang rasa|tentang rasa astrid||
Sumber lirik :
~ http://enjoyaza.info/lirik-lagu-astrid-tentang-rasa.html
~ http://www.ericaaz.co.cc/2010/04/download-lagu-astrid-tentang-rasa-mp3.html
~http://www.youtube.com/watch?v=UNd_-zwsURw&feature=related
~http://pandumusica.blogspot.com/2010/04/astrid-tentang-rasa.html
~http://www.musik-corner.com/2010/04/astrid-tentang-rasa.html
~ http://hotliriklagu.com/a/astrid/astrid-tentang-rasa/
sumber gambar : http://www.ucm.es/info/Astrof/POPIA/
Selasa, 15 Juni 2010
Ular Berkepala Manusia Bisa memusyrikkan?
Baru baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan bahwa ular berkepala manusia yang ditemukan Zamroji, warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, bisa mendatangkan kemusyrikan.
"Benda itu tidak perlu dikultuskan agar tidak mendatangkan kemusyrikan," kata Ketua MUI Jawa Timur, K.H. Abdusshomad Buchori, di Surabaya, Selasa.
Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak memercayai benda menyerupai ular berkepala manusia itu. Justru dia menduga barang tersebut adalah karya seni peninggalan zaman dahulu.
Kiai Shomad pun menganggapnya tidak ada unsur gaib dari benda itu. "Hal-hal gaib itu tidak dapat dilihat oleh mata, sedangkan benda tersebut dapat dilihat dengan mata dan ditempatkan dalam kotak kaca," katanya.
Benda tersebut memancing animo masyarakat untuk mendatangi rumah Zamroji di Desa Sukosewu.
Zamroji menemukan benda tersebut di dekat sumber air Buntung, sekitar satu kilometer dari rumahnya, Sabtu (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekretaris MUI Kabupaten Blitar, Ahmad Su`udy, mengatakan, pihaknya telah memfatwakan bahwa benda berbentuk ular berkepala manusia itu tidak benar.
Menurut dia, tidak ada mahkluk berbadan binatang dan berkepala manusia yang dapat dilihat dengan mata.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menyebabkan musyrik, MUI telah meminta polisi menyelidiki benda temuan Zamroji itu.
"Saat ini benda tersebut sudah berada di Polres Blitar," kata Su`udy.(sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100615/tpl-mui-ular-berkepala-manusia-bisa-mend-cc08abe.html)
Lha Eysa cuman mengomentari semua benda yang ditekadkan dalam hati sebenerbenernya punya kekuatan, dan tak bisa lagi tanpa benda itu adalah kemusyrikan.... ^^^
"Benda itu tidak perlu dikultuskan agar tidak mendatangkan kemusyrikan," kata Ketua MUI Jawa Timur, K.H. Abdusshomad Buchori, di Surabaya, Selasa.
Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak memercayai benda menyerupai ular berkepala manusia itu. Justru dia menduga barang tersebut adalah karya seni peninggalan zaman dahulu.
Kiai Shomad pun menganggapnya tidak ada unsur gaib dari benda itu. "Hal-hal gaib itu tidak dapat dilihat oleh mata, sedangkan benda tersebut dapat dilihat dengan mata dan ditempatkan dalam kotak kaca," katanya.
Benda tersebut memancing animo masyarakat untuk mendatangi rumah Zamroji di Desa Sukosewu.
Zamroji menemukan benda tersebut di dekat sumber air Buntung, sekitar satu kilometer dari rumahnya, Sabtu (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekretaris MUI Kabupaten Blitar, Ahmad Su`udy, mengatakan, pihaknya telah memfatwakan bahwa benda berbentuk ular berkepala manusia itu tidak benar.
Menurut dia, tidak ada mahkluk berbadan binatang dan berkepala manusia yang dapat dilihat dengan mata.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menyebabkan musyrik, MUI telah meminta polisi menyelidiki benda temuan Zamroji itu.
"Saat ini benda tersebut sudah berada di Polres Blitar," kata Su`udy.(sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100615/tpl-mui-ular-berkepala-manusia-bisa-mend-cc08abe.html)
Lha Eysa cuman mengomentari semua benda yang ditekadkan dalam hati sebenerbenernya punya kekuatan, dan tak bisa lagi tanpa benda itu adalah kemusyrikan.... ^^^
Senin, 14 Juni 2010
Fiksi Mini : Harga
Tubuhku tak ternilai harganya. Harga diriku setinggi langit di angkasa; tentu nehi betis rambutku ditonton berapapun harganya.
~~~
*mengelinkkan postingan sebelumnya:
fiksi mini : nyelengi
fiksi mini : napi teraniaya
fiksi mini : Presiden Impian
fiksi mini : Harga
~~~
*mengelinkkan postingan sebelumnya:
fiksi mini : nyelengi
fiksi mini : napi teraniaya
fiksi mini : Presiden Impian
fiksi mini : Harga
Minggu, 13 Juni 2010
Korsel Gebuk Yunani 2 : O
Korsel GEbuk Yunani 2 : 0 , tentu berita basi, karena berita itu sudah banyak orang ketahui, terutama penggila bola ini negeri, yang sekarang sekarang ini lagi dimanjai setiap malam hari, baik dari global tivi ataupun rcti.
Jadi : Eysa cuma tembak atao ngeshoot kata Korsel Gebuk Yunani 2 : 0 untuk nyobain SEO ajah, Kira kira ada nggak ya di halaman pertama google Yah....
[maaf... hihihihi, *sambiltutupmulut*]
tag:Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0 :-D
Jadi : Eysa cuma tembak atao ngeshoot kata Korsel Gebuk Yunani 2 : 0 untuk nyobain SEO ajah, Kira kira ada nggak ya di halaman pertama google Yah....
[maaf... hihihihi, *sambiltutupmulut*]
tag:Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0,Korsel GEbuk Yunani 2 : 0 :-D
Jumat, 11 Juni 2010
Breathless - The Corrs
Breathless
oleh: Corrs
Go on, go on
Leave me breathless
Come on
The daylight's fading slowly
The time with you is standing still
I'm waiting for you only
The slightest touch and I feel weak
I cannot lie
From you I can not hide
I'm losing will to try
Can't hide it
Can't fight it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Let me long for your kiss
Go on, go on
Yeah come on
And if there's no tomorrow
And all we have is here and now
I'm happy just to have you
You're all the love I need somehow
It's like a dream
Although I'm not asleep
I never want to wake up
Don't lose it
Don't leave it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Let me long for your kiss
Go on, go on
Yeah come on
And I can't lie
From you I can not hide
I've lost my will to try
Can't hide it
Can't fight it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Make me long for your kiss
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
sumber:
http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/breathless-lyrics-the-corrs/3bd25ece6290eaa248256931001284e4
http://www.romantic-lyrics.com/lb22.shtml
http://www.stafaband.info/114751/The_Corrs/Breathless.html
http://downloadmp3indonesia.net/the-corrs/the-corrs-breathless.html
http://www.projectlearntutoring.com/the-corrs/173/the-corrs-breathless/
http://www.lyrics007.com/The%20Corrs%20Lyrics/Breathless%20Lyrics.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Breathless_%28The_Corrs_song%29
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/the-corrs-dituntut-dengan-tuduhan-mencuri-lagu-breathless-qfxbv21.html
oleh: Corrs
Go on, go on
Leave me breathless
Come on
The daylight's fading slowly
The time with you is standing still
I'm waiting for you only
The slightest touch and I feel weak
I cannot lie
From you I can not hide
I'm losing will to try
Can't hide it
Can't fight it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Let me long for your kiss
Go on, go on
Yeah come on
And if there's no tomorrow
And all we have is here and now
I'm happy just to have you
You're all the love I need somehow
It's like a dream
Although I'm not asleep
I never want to wake up
Don't lose it
Don't leave it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Let me long for your kiss
Go on, go on
Yeah come on
And I can't lie
From you I can not hide
I've lost my will to try
Can't hide it
Can't fight it
So go on, go on
Come on leave me breathless
Tempt me, tease me
'Till I can't deny this
Loving feeling
Make me long for your kiss
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
Come on leave me breathless
Go on, go on
sumber:
http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/breathless-lyrics-the-corrs/3bd25ece6290eaa248256931001284e4
http://www.romantic-lyrics.com/lb22.shtml
http://www.stafaband.info/114751/The_Corrs/Breathless.html
http://downloadmp3indonesia.net/the-corrs/the-corrs-breathless.html
http://www.projectlearntutoring.com/the-corrs/173/the-corrs-breathless/
http://www.lyrics007.com/The%20Corrs%20Lyrics/Breathless%20Lyrics.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Breathless_%28The_Corrs_song%29
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/the-corrs-dituntut-dengan-tuduhan-mencuri-lagu-breathless-qfxbv21.html
Langganan:
Postingan (Atom)